Arsip tag SNSD

Oh no ! Hankyung x Yoona?

16 Jun

Annyeong :) sebelum author publish fanfic dari hasil polling-nya, sebagai selingan author buat ff ini nih..

ada yang penasaran dari judulnya? ya ini memang terdengar aneh dan mungkin kalian tidak mengerti, ya mianhae hahaha..

Baca lebih lanjut

The Best Present

3 Jun

mian reader >< author baru kembali lagi sekarang.

author bener-bener sibuk deh, gak bohong. ini aja author twlat buat post-nya hehehe.. dont angry with me okey?

ini ff khusus buat uri onnie yang pada tanggal 30 Mei ultah, siapa hayoo?

Yoona onnie loh hehehhee .

check it :D

Baca lebih lanjut

It’s Our Secret

10 Feb

SNSD P.O.V

“Ah hari yang sungguh menjengkelkan ! seharusnya penampilan kita tadi itu perfect !” Kata Tiffany memandang Sooyoung.

“Aku kan sudah minta maaf pada kalian semua.” Jelas Sooyoung.

“Onnie, hanya degan maaf? Apa itu cukup?” Yoona menatap lirih ke Sooyoung.

“Memangnya aku harus gimana lagi? Tadi juga hanya aku yang di ceramahi SooMan dan manager oppa.” Sooyoung mulai tidak memperdulikan saudarinya.

“Kau bilang apa Soo? Hanya kau yang dimarahi? Apa pengingatanmu begitu buruk? Jelas-jelas Taeyeon dan Tiffany di ceramahi juga ! mereka tidak melakukan kesalahan tetapi di ceramahi. Kau harus memperbaiki pengingatanmu itu Soo !” Sunny menjadi jengkel.

Sedangkan Taeyeon dan Yoona sudah segera masuk ke kamar mandi, karena mereka tidak dapat menahan tawa nya. Kalian ingat? Mereka berdua adalah ratu tertawa !

Untung saja Sooyoung tidak curiga dengan mereka.

“Apa mereka tidak ingat apa aku itu ulang tahun hari ini? Apa mereka tidak ingat harusnya hari ini adalah hari kebahagiaanku? Apa mereka mengerjaiku? Sepertinya tidak mungkin, itu berasal murni dari kesalahanku.” Sooyoung mulai berfikir.

“Kali ini Sooyoung pasti tidak mungkin curiga.” Bisik Jessica pada Hyoyeon dan Seohyun.

“Taeng ! Yoong !” Teriak Sunny membuka pintu kamar mandi.

Taeyeon dan Yoona hanya tertawa terbahak-bahak, bahkan Sunny pun ikut tertawa hebat karena ke dua saudarinya itu.

“PERFECT ! Kekekek” Tawa Yoona. *aigoo imut onnie *

___

SUPER JUNIOR P.O.V

“Hyung, ada syuting tuh, tadi manager hyung menelponku, kau pergi sendiri. Mobil nya lagi di pake Sungmin hyung untuk ke supermarket. Jadi hyung naik kendaraan umum ye” Kata Kyuhyun yang focus lagi pada game nya.

“Mwo? Micheoseo? Apa aku akan naik kendaraan umum? Gimana nanti aku gak nyampe ke lokasi syuting karena di gerubuni para fans? OMG aku tidak bisa membayangkan.” Siwon lebay.

“Kok aku yang di bilang gila? Tau ah bête ngomong sama hyung ! pergi aja deh cepetan !” Kyuhyun mengusir Siwon, dengan muka yang di tekuk, Siwon pun pergi demngan taksi.

*

“aku lupa bawa dompet ! ah gimana nih?” Siwon kebingunga.

“Wae? Gak bawa duit? Katanya artis Choi Siwon tapi bayar taksi aja gak bawa duit. Udah sana pergi !” Supir itu mengusir Siwon dari mobilnya.

“Ye, sirik aja nih ! ini juga mau pegi, gak usah di usir juga gw pegi !” Siwon bête. “Kok simana-mana gak nerima cowok ganteng kaya gw sih?” Batin Siwon.

*

“Siwon Hyung, gimana ya? gak bawa dompet, dompetnya gw ambil. Kekeke” Senyum Kyuhyun medekati kemenangan.

“Gimana Yoona? Si sooyoung udah di kerjain belom? Siwon Hyung tadi aku kerjain sampe bête tuh. Kekek” Kyuhyun mengieim pesan singkat ke Yoona.

“Perfect Oppa, Sooyoung onnie kaga curiga. Kekeke. Tadi aja, aku sama Taeng Onnie enggak bisa tahan ketawa. Kekke, Siwon Oppa bête? Bagus Kyu Oppa ! hmm, jadi kan nanti malem?” Yoona membalas dengan cepat.

“Iya lah , kalian kan ratu ketawa ! hmm, tapi kamu tetep cantik kok. Malem? Jadi dong pasti. Udah aku bilang ke semua artis SM. Kekeke.” Kyuhyun membalas dengan mencoba merayu Yoona.

“Ih oppa gombal deh ! oke oppa, sampai ketemu nanti malam ya, bye.”

___

SNSD DORM

“Soo, nanti jem 8 malem ke kantor SM ya, ke tempat kita latihan biasa. Kita harus latihan buat acara valentine special stage bareng Super Junior. Jangan telat ya.” Yuri mengingatkan Sooyoung.

“Emang kita gak pergi bareng?” Tanya Sooyoung.

“Kalo aku sih harus nge-MC di Music Core bareng Tiffany.” Yuri menjelaskan.

“Yoona?” Tanya Sooyoung lagi.

“Yoona, Taeyeon, Sunny mau pergi ke tempat syuting daum.” Jelas Yuri lagi.

“Hyo? Seo? Sica?”

“Aduh, mereka itu ke tempat perawatan kuku. Gak tau di mana.” Yuri udah mulai jengkel.

“Udah ya Soo aku pergi dulu !” Yuri meninggalkan Sooyoung.

___

“Syuting udah bubar ya?”

“Iya Siwon , kamu telat.”

“Yah apes deh hari ini.”

*

“Won, ke Kantor SM jem 8 malem, kita latihan buat hari valentine special stage bareng anak SNSD juga.” LeeTeuk mengirim pesan singkat ke Siwon.

___

DI KANTOR SM.

“Mana ya Soo sama Siwon oppa?” Tanya Yuri.

“Belum dateng kali, kita siap-siap dulu aja.” Kata Donghae.

KREKK

Seseorang membuka pintu ruangan.

KLIKK,

Siwon dan Sooyoung yang baru membuka pintu sudah terkena air dingin yang di buat oleh Yesung.

“SEANGIL CHUKAE SIWON ! SOOYOUNG !” Sebuah poster yang terpajang besar dengan dihiasi lampu yang terang sungguh indah.

“Kok aku di sirem sih?” Siwon innocent

“Emang aku ulang tahun ya?” Siwon lupa di hari lahirnya sendiri

“Oppa, IQ mu rendah ya? ulang tahun sediri bisa lupa.” Yoona membuat yg lain tertawa.

“Onnie cengeng, katanya jagoan.” Ledek amber.

“Emang jagoan gak boleh nangis?” Balas Sooyoung yang sudah menangis meneteskan air matanya.

Suasana sudah di himbun keramaian.

 

***END***

 

SEANGIL CHUKAE Sooyoung Onnie & Siwon Oppa ♥

DILARANG MENJIPLAK FF DI BLOG INI ! TANPA SEPENGETAHUAN AUTHOR BLOG INI ! BE CREATIVE :)

Oppa Boggoshipo-yo !

9 Feb

ff ini khusus untuk merayakan ultahnya Hangeng Oppa ♥

Ku perhatikan kalender di kamar ku yang terpajang pada dinding berwarna putih itu. sekarang tanggal 7 Februari sudah menjadi hari yang terpikirkan di benakku. Hari yang mungkin hari bahagianya 2 hari lagi saat masih di SMEnt. Huh, aku hanya bisa mendengus sabar. Ku akui, aku benar-benar tidak merelakannya pergi meninggalkan ku di sini. Hangeng oppa, bagaimana kabar mu? Bagaimana kau di sana? Apa kau tidak rindu pada ku? Itu lah pemikiran ku setiap hari jika mengingat kenangan-kenangan saat bersama. Ku sadari, mungkin itu pilihan yang baik baginya, tapi bukan untuk ku. Lebih baik keluar kamar saja, dari pada sendiri di kamar.

“Sica Onnie?” Panggil Seohyun yang sedang terduduk di depan TV, ya sudah tidak usah di ragukan, sekarang dia sedang menonton C.N.Blue di acara tv. Sungguh aku iri dengan Seohyun si magnae. Dia bisa menikah secepat itu walaupunn hanya pernikahan palsu, tapi dengan itu Seo sudah sangat jarang menonton keroro di kodok jelek itu ! sekarang dia mulai menikmati acara tv di setiap suaminya muncul walau dia memiliki perasaan sedikit pada YongHwa oppa. Meskipun sedikit, itu akan terus berkembang kan?

“Nde, wae Seo?” Tanya ku dengan halus.

“Kau sedang sedih onnie?” Tanyanya bangun dari duduknya lalu berdiri menghampiriku.

“Ah? Annio, hanya kelilipan saja.” Aku mengelak dengan bicara ceplas-ceplos.

“Oh, onnie sudah makan? Itu lagi pada makan.” Tawar Seo, dia perhatian sekali?

“Ah aku tidak lapar, bisa kah kau meminta ke 7 onnie mu yang lain untuk segera berkumpul di ruang keluarga? Aku ingin bicara sesuatu yang penting.” Pinta ku. Dia mengangguk setuju.

___

“Sica, wae yo kau mengumpulkan kami di sini?” Tanya Hyoyeon yang mulai penasaran dengan sesuatu yang ingin ku bicarakan.

“Hmm, aku ingin bicara….” Kata-kata ku terpotong melihat Sooyoung yang sedang makan pada mangkuk yang penuh, sungguh, aku sangat jijik melihat cara makan nya yang seperti itu. walaupun Yoona shikshin juga, tapi dia sedikit lebih baik dari Sooyoung.

“Aigo Soo, kau tidak bisa berhenti makan?” Mataku menatap aneh pada Sooyoung. Dia hanya meggeleng.

“Ah, sudah lah. Aku ingin bicara sesuatu. Kalian tahu kan hangeng Oppa lusa ulang tahun?” Tanya ku, mereka hanya mengangguk kompak.

“Lalu, kalian rindu kan pada nya?” Mereka mengangguk cepat. Aigo, SICA SABAR !

“Rencana ku ingin membuat Surprise padanya, sini-sini..” Aku mengajak mereka berunding.

“Itu rencana mu Sica? Apa kau berani? Apa kami ikut denganmu juga?” Tiffany langsung menyerbu ku dengan berbagai macam pertanyaan.

“Kalian ingin ikut? Aku berani saja. Aku bisa meminta tolong sama Henry Oppa.” Kata ku meyakinkan mushroom ini.

“Hmm, kau yakin onnie? Bukankah itu tempat yang asing untuk mu? Apa kau aka pergi besok?” Tanya Yoona yang khawatir.

“Nde aku pergi besok. Kan sudah ku bilang, aku akan meminta bantuan pada Henry Oppa atau Zhoumi Oppa.” Kata ku memperjelas lagi.

“Aku setuju Sica, tapi kau harus hati-hati, kau itu selebriti.” Taeyeon menasihatiku.

“Iya Taeng aku mengerti. Gomawo. Saranghae so nyuh shi dae.” Kata ku memeluk mereka semua.

___

“Onnie, aku sudah menjelaskan pada Henry oppa, katanya hari ini dia bisa tapi gak bisa sampai malem. Apa onnie yakin bisa sendiri?” Seohyun menjelaskan padaku dan kekhawatirannya itu sangat cute.

“Jeongmal? Aku bisa sendiri kok, gwenchana.” Kata ku mengelus kepalanya yang lebih tinggi dariku.

“Hati-hati onnie. Good luck !” Seo menyemangatiku. Aku hanya tersenyum melihatnya.

“JESSICA HWAITTING !” Koor ke 8 saudari ku.

___

Aku memasuki bandara, ku serahkan tiket agar aku dapat masuk ke dalam pesawat. Pesawat mulai meluncur. Aku hanya memikirkan bagaimana nanti ku jalannkan rencanaku.

“SICA HWAITTING” kata-kata itu membangkitkan semangat ku, saranghae my sisters.

Ku lihat jam tangan pada tangan kiri ku. Pesawat pun mendarat. Perasaan ku tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata lagi.

SICA HWAITTING ! Kata ku menyemangati diri sendiri seperti saudariku menyemangatiku.

Ke keluar dari pintu utama bandara, tengah ku lihat seseorang menunggu di dekat mobil biru itu.

Ah henry oppa sudah jemput.

“Oppa.” Paggil ku menyapa seseorang yang kukenal berdiri di hadapanku.

“Sica ah.” Peluknya.

“Oppa, ayo.” Kata ku memasuki mobil biru nya itu.

___

“Sica, aku sudah memesan kamar hotel yang tidak jauh dari keberadaan hangeng hyung.” Kata Henry menyetir mobilnya. Aku sugguh bahagia dapat bertemu dengan namja sebaiknya, tapi sayang cinta ku hanya untuk Hangeng Oppa seorang.

“Kamsahamnida Oppa.” Senyum ku.

___

“Ini kuncinya Sica, sudah ku tunjukkan kan dimana apartemen dan lokasi syuting serta kantor Hangeng Hyung? Jadi nanti aku beri kabar dia ada dimana.” Henry Oppa menyerahkan kunci kamar 506.

“Gomawo Oppa, mian sudah merepotkan.” Kata ku.

“Nde Sica, kau tidak merepotkan. Sebaiknya kau naik ke kamarmu, lalu hati-hati ya, ini bukan di Korea, jadi budaya nya harus di bedakan Sica. Oke?” Henry Oppa tidak lupa mengingatkanku. Aku menjadi merasa tidak enak pada HEnry Oppa.

__

Aku membuka pintu kamar di hotel ini, ruangannya cukup besar dan cukup nyaman. Aku harus segera merapikan baju ku. Aku harus membuat kejutan pada Hangeng Oppa.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku sudah memesan kue yang di deliveri. Aku harus mandi setelah itu merapikan rambutku.

2 jam sudah berlalu begitu saja, tetapi Henry Oppa belum memberi kabar padaku di mana Hangeng oppa sekarang.

1 jam pun juga telah berlalu begitu saja sedngkan Henry Oppa belum member kabar hingga sekarang.

Ku putuskan untuk menelponnya, nada pertama nyambung tetapi lama sekali di angkat.

Suara dari sebrang sana pun terdengar.

“Yeoboseyo?” Kata Henry Oppa.

“Oppa, eothoke?” Tanya ku to the point.

“Mian aku sedang syuting tadi jadi lupa ku beritahu padamu. Hangeng hyung sedang di apartemennya sekarang. Kau tahu kan? Sudah ya, aku sedang syutig, mian,. Heheh” Kata Henry Oppa cepat dan langsung menutup teleponnya.

Ku percepat langkah ku untuk segera mencari taksi di keramaian kota ini.

Aigo macet lagi ! hatiku yang sudah tidak sabar. Waktu ku tinggal tersisa 10 menit lagi. Eothoke?

Ku Tanya supir yang mengantarku ke apartemen itu. kataya sebentar lagi akan sampai.

Hanya tersisa 4 menit lagi, ku Tanya sekertaris.

Ku berlari secepat mungkin dengan membawa kue untuk Hangeng Oppa dengan memakai high heels.

Yang mana kamar Hangeng Oppa? Aku mulai mencari di setiap sudut ruangan. Nah, ketemu ! bahagianya diriku saat ini.

Hanya tersisa 54 detik lagi menuju jam 12 malam. Dengan tanpa pikir panjang ku tekan bel.

Tidak beberapa lama seseorang membuka pintu, dan ku peluk namja yang terkejut atas kedatangan ku.

“Sica-ah” Hageng Oppa membalas pelukan ku dengan erat, tanpa ku sadari, aku telah menjatuhkan kue yang ingin ke berikan pada Hangeng Oppa.

“Oppa, kau tidak merindukanku?” Tanya ku manja. Ku sadari air mata ku telah jatuh ke pipi dan tidak dapat di tahan lagi.

“PABO ! Tentu saja aku merindukamu ! ah, ayo masuk. Tidak enak di lihat tetangga.” Kata Hangeng Oppa membiarkan ku masuk dan meninggalkan kue yang ku jatuhkan tadi.

“Oppa..” Bibir ku telah tertutup rapat oleh bibir Hangeng Oppa.

Aku tidak akan membiarkan otakku ini menghapus moment yang indah saat ini.

“Oppa, seangil chukkae” Ku lepas ciumannya da membiarkan bibir ku berbicara terlebih dahulu.

“Gomawo.” Hangeng Oppa tersenyum manis pada ku, dan lagi-lagi dia sudah merapatkan bibir ku lagi. Henry oppa gomawo.

___

Ku bangun dari tidurku dan ku sadari semalam aku tertidur lelap. Aku mengindap di apartemen Hangeng Oppa. Aku harus kembali ke Korea karena jadwalku akan di mulai lagi.

“Oppa, bangun.” Tubuh Hageng oppa ku goncang dengan tanganku.

“Sica kau sudah bangun?” Hangeng oppa belum sepenuhnya sadar.

“Oppa aku harus kembali ke Korea.” Kata ku yang berhasil membuat Hangeng Oppa yawanya berkumpul semua.

“MWO? Secepat itu kau akan pergi meninggalkanku sendiri lagi?” Hangeng oppa shock.

“Oppa, aku harus kembali. Aku masih harus pergi promosi di Jepang.”

“Sica ah, sebentar saja.” Kata Hangeng Oppa mendekatkan wajahnya ke wajahku. CHU ~~ Dia mencium bibirku.

“Gomawo, lain kali aku akan pergi ke Korea. Tunggu aku Sica.” Hangeng Oppa tersenyum.

**END***

Seangil chuka hamnida oppa ♥

wish u all the best, ELF mengharapkan hatimu terbuka untuk kembali ke Super Junior.

Saranghae Hangeng Oppa ♥

Thanks SONE !

7 Feb

Huh ! lagi-lagi aku kena marah. Kenapa selalu aku yang disalahkan sih? Tadi hanya karena aku salah gerakan sedikit saja sudah dimarahi seperti itu. mereka pikir aku sempurna? Jika aku dapat mengulang hidupku, aku lebih baik menjadi artis saja. Dengan keadaan yang lelah, aku harus tampil di berbagai acara music dan setelah itu kembali lagi ke lokasi syuting. Bila di hitung, tidak sampai 3 jam aku tidur ! ku pikir pekerjaan ke 8 saudari ku juga sibuk tetapi mereka tidak seperti ku. Mereka masih dapat tidur di atas 5 jam. Dan tepat minggu yang lalu aku jatuh sakit saat sebelum perform. Apa aku keluar saja dari grup? Tapi tidak mungkin, aku sungguh menyayangi ke 8 saudariku dan keluarga SM ini.

“Yoona ah, sudah pulang?” Tanya Taeyeon Onnie yang sedang duduk sendiri di ruang tamu.

“Nde Onnie. Apa onnie tidak lelah jika setiap hari harus menungguku pulang?” Tanya ku yang melihat jelas ke wajah Taeng onnie yang sangat lelah. Iya, hanya Taeng Onnie yang setia menungguku pulang syuting. Bahkan tidak hanya Taeng Onnie, tapi Tiffany onnie juga menunggu ku jika dia tidak lelah. Mungki ini adalah hidup yang bahagia, tapi..

“Annio, kau sudah makan? Apa mau ku masakan ramen?” Tanya Taeng Onnie menghampiriku.

“Tidak usah onnie, aku lelah, sebaiknya aku tidur saja, onnie tidur juga ya !” Kata ku yang tidak tega melihat Taeng onnie seperti ini. Dan JUJUR saja, aku LAPAR !

“Nde, ganti baju mu dulu.” Kata Taeng Onnie. Sebaiknya aku tidur dan tidak usah makan. Sudah pukul 3 pagi. Aku harus tidur.

 

***

Pukul 5 pagi aku sudah bersiap untuk menuju lokasi syuting, dan tidak lupa aku meninggalkan surat di meja makan.

 

Aku pergi dulu ya, tenang saja, aku sudah makan tadi pagi. Hari ini aku tidak ikut tampil di music bank. Mianhaeyo. Kalian akan tampil dengan baik tanpa ku kan? Kekekke. So nyeoh shi dae HWAITTING !”

Isi surat itu memang tidak penting, tapi aku akan merasa lega jika sudah menulis surat sebelum pergi syuting.

“Oke cut ! bagus Yoona. Peningkatan aktingmu sungguh luar biasa.” Kata sutradara itu dan aku hanya membalas dengan senyuman dan tidak lupa berterimakasih. Sudah pukul 3 sore, apa yang sedang di lakukan ke 8 saudariku ya? Apa mereka sedang tampil di music bank? Oh iya aku lupa. Hari ini ada acara star dance battle, mianhae Hyo Onnie aku tidak bisa ikut, padahal aku sangat ingin mengikutinya.

“Soo Onnie, apa kalian sudah tampil di music bank?” Pesan sigkat yang ku kirim ke Sooyoung Onnie. Huh lama sekali di balasnya? Apa mereka baru tampil ya? Ah aku selalu memikirkan mereka.

“Mianhae balesnya lama. Sudah Yoong ! sekarang kami lagi mau ke tempat syuting star dance battle. Doakan kami ya ! kau bagaimana? Apa syutingnya lancar? Hwaitting Yoona !” balasan dari Sooyoung Onnie.

Huh, aku ingin sekali megikuti banyak acara bersama mereka tapi tidak bisa di saat jadwalku yang sekarang untuk syuting di film baruku yang dimaa aku menjadi peran utama.

“Yoona onnie ! apa kau lapar? Kami membawakan makanan untukmu !” sapa para sone datang ke lokasi syuting.

“Ah gomawo yo. Kalian kenapa tidak datang ke star dance battle?” Tanya ku.

“Ah, kami ingin ke sana sekrang.” Jawab salah satu sone itu.

Huh, tidak ada yang memperdulikanku ya? Tidak ada yang setia melihat ku di sini? Ah, apa aku menyerah saja sampai di sini?

 

***

AUTHOR P.O.V

“Taeng ah, Yoona mana? Ini sudah jam 4 subuh Yoona belum kembali?” Tanya Hyoyeon mencemaskan Yoona.

“Molla.” Jawab Taeyeon yang sedari tadi menekan tombol 8. Semua hp ke 9 anggota itu sudah di sunting untuk mempermudah panggilan. Di urutkan saja dari uri leader Taeyeon sampai terakhir uri magnae Seohyun.

“Hp nya tidak aktif.” Sambung Taeyeon.

“Apa mungkin dia masih syuting? Kau coba telepon manager oppa saja !” Usul Jessica yang ikut mecemaskan dongsaengnya.

“Sudah, tapi manager oppa gak tahu dimana Yoona.” Kata Taeyeon.

 

***

YOONA P.O.V

Apa hatiku merasa lebih tenang ya berada di pantai ini dengan mendengarkan music? Apa mereka memperdulikanku ya? apa nati aku akan di omeli manager oppa lagi?ah, itu sudah cukup biasa untukku.berat rasanya menjalani semua ini. Perasaan menjadi bimbang. Terlebih lagi aku belum lama ini di omeli SooMan ! hanya karena ada rumor tentang ku dengan Donghae oppa. Wae? Emang gak boleh apa artis punya perasaan seperti layaknya manusia normal? Waktu itu Taeng onnie sm Teuki oppa juga ada scandal, tapi mereka tidak kena marah. Sedagkan aku? Apa karena aku center grup? Oh Tuhan, kau memberi ku cobaan berat ini, apa aku mampu melewatinya? Aku Im YooNa sebagai member terkuat di grup, apa sekarang masih seperti itu? kurasa tidak.

“Annyeong kau sedang apa?” Sapa seseorang yang sosokya tidak ku kenal bahkan suaranya asing bagiku.

“Ah annyeong, aku hanya menyendiri.” Jawab ku. Apa yeoja ini tidak mengenaliku ya?

“Apa kau kenal SNSD?” Tanya ku mendahulukan pembicaraan.

“Nde aku tahu.” Seyum yeoja itu.

“Apa kau seorang sone?” Tanya ku yang semakin menjadi.

“Nde.” Jawabnya.

“Siapa member favorite mu?” Tanya ku karena penasaran.

“Hmmm, sebenarnya semua aku suka tapi, Yoona onnie yang palig ku suka.” Jawabnya.

“Kenapa kau menyukainya?” Tanya ku lagi. Mungkin yeoja ini ingin bertanya sesuatu juga padaku.

“Karena Yoona onnie selalu tertawa lepas jika di acara bersama Taeyeon onnie.” Jawabnya yang cukup membuat ku terkejut. OMO ! Karena tawa ku saat di acara tv? Itu jawaban yang maakjubkan. Bahkan aku harus menjaga sikap saat di acara tv oleh SooMa dan manager Oppa.

“Apa kau seorang sone?” Tanya nya.

“Nde, aku menyukai semua member.” Tawa ku.

“Onnie?” Panggilnya. Aku hanya menatapnya.

“Boleh kau tertawa seperti tadi?” Tanya anak itu, aku menuruti permintaan baik dari yeoja itu.

“Wae?” Kata ku tapi aku tertawa dan tersenyum.

“Onnie, kau Yoona SNSD?” Tanya nya taget.

“Nde,” Jawab ku singkat sebearnya banyak yag ingin ku Tanya kan padanya tapi sebuah mobil fan datang menhampiri kami. Ya tidak lain mereka adalah Taeyeon onnie dan yang lain.

“Hmm, waktu kita tadi sangat singkat untuk bicara. Bisakah kau menjadi fans SNSD untuk selamanya? Doakan kami ya ! kamsahamnida sone. Aku harus pergi. Semoga bisa bertemu di lain waktu. annyeong” Kata ku tersenyum,

“Annyeong Onnie, jangan bersedih lagi ya ! SNSD HWAITTING !” Yeoja itu menyemangati ku, dan sugguh, aku ingin menangis, perlahan air mataku terjatuh.

 

Tuhan, terima kasih karena kau membantu ku melewati cobaan itu dengan baik. Sekarang aku Im Yoona akan kembali menjadi diri ku yang dulu da sebenarnya. Im Yoona yang selalu tersenyum.

 

“Kau kenapa Yoong? Kami semua mencemaskanmu !” Tanya Tiffany Onnie meragkul pundakku.

“Ah, aku hanya ingin sendiri. Mianhae sudah membuat kalian khawatir.”

 

***end***

Poor Sica

2 Feb

“Ah, lelah sekali ! tapi ini sungguh menyenangkan.” Kata Jessica merebahkan tubuhnya di sofa dorm. Sesekali dia melihat sekitarnya yang sepi. Saat melelahkan sepulang dari Jepang untuk SMTown Concert 2011 ini. Kembali ia mengigat saat SMTown concert 2 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2008 di akhir tahun.

 

FLASHBACK ##

JESSICA P.O.V

Ah, saat yang di tunggu-tunggu tiba, perform DBSK DAEBAKK ! sungguh menakjubkan. Ah, aku bangga dengan kakak ku Jaejoong ! terlebih lagi aku bangga dengan namja chinguku, Shim Chagmin.

“Ah, concert yang menarik ! para fans begitu fantastic.” Kata Changmin menghapus keringatnya dengan handuk kecil.

“Iya, tidak akan ku lupakan penampilan ini, sungguh terharu.” Sambung Yunho tapi Junsu,Jaejoong,Yoochun hanya terdiam.

“Oppa, kalian keren sekali !” Puji Hyoyeon.

“Kamsahamnida, dancemu juga keren !” Puji Yunho tersenyum.

 

Waktu yang paling ku tunggu adalah pulang ke dorm, cuci muka lalu tidur. Itu yang menyenangkan.

“Sica ah, bangun.” Yuri mengguncang-guncang tubuh ku.

“Wae? Bukankah hari ini masih pagi? Bukankah kita tidak ada jadwal?” Tanya ku masih belum sadar.

“Kau mimpi Sica? Ini sudah siang, kita akan perform di Music Bank nanti untuk acara akhir tahun.” Jelas Yuri sabar.

“Oh begitu? Yasudah.” Kata ku dengan tampang innocent.

 

***

“Semua sudah siap? Hari ini kita ke kantor SM lalu ke tempat acara music bank.” Kata Taeyeon memandu kami. Ku akui, dia leder yang hebat.

“Nde ahjumma..” Kata Sooyoung datar, ku pikir dia itu sangat cool ternyata? Dia cengeng !

 

***

Suasana sepi menghantar kami sampai di ruang rapat.

“Onnie? Kok sepi?” Tanya Yoona penasaran.

“Molla. Apa mereka belum datang?” Tiffany menjawab pertanyaan Yoona.

“Tidak mungkin, manager oppa bilang kalau kita yang telat.” Seru Sunny.

 

“YA ! APA KALIAN GILA?” Teriak kencang yang membuat suasana ruangan rapat menjadi diam tanpa suara. Sepertinya kami akan dimarahi oleh Lee Soo Man. Tapi, kami buat salah apa?.

“Onnie, itu ada apa?” Takut Seohyun.

“Molla,” Jawabku singkat,

“Aku coba telepon LeeTeuk Oppa deh.” Kata Taeyeon yang pastinya sekarang dia sedang bingung dan ketakutan. Seperti biasa, dia selalu mendapat perlakuan yang tidak enak ketika kami membuat kesalahan. Wajar saja dia selalu ingin mengundurkan diri dari jabatannya dan dia selalu merasa bersalah pada kami. Tapi Taeng selalu tersenyum.

“Onnie, apa kata teukie oppa?” Tanya Sooyoung penasaran.

“Mereka juga tidak tahu, mereka sedang di ruang latihan. Dan mereka juga bingung kenapa tiba-tiba di panggil ke sini, apa kita menyusul mereka saja ke ruang latihan?” Jawab Taeyeon yang sekarang dia sagat gugup.

“Onnie, gwenchana? Kita tidak usah ke ruang latihan, nanti kita malah disalahkan.” Yoona mencoba menenangkan Taeyeon.

“Tapi jika di pikir-pikir, apa masalahnya ya? Apa kita membuat salah belakangan ini?” Tanya Tiffany mulai menggunakan otak untuk berfikir.

“Aku juga merasa aneh, kita kan enggak buat salah belakangan ini, bhakan sekrang kita mulai bekerja keras untuk membuat album yang sebentar lagi akan di liris.” Jawab Hyoyeon.

“Hmm, jangan di fikirkan juga. Mungkin bukan kita yag salah, apa mungkin SHINEE? Atau Super Junior? Apa jangan-jangan DBSK?” Yuri mulai ngasal.

“bisa jadi. Ah, molla, aku pusing jadinya.” Kata Sunny.

 

KREKK

Pintu ruangan rapat terbuka secara pelahan.

“Oppa?” Panggil ku melihat Changmin masuk ke ruang rapat bersama Yunho Oppa dengan wajah yang..menurutku sedang dalam masalah.

Tak ada respon dari mereka. Mereka mulai duduk dan menundukkan kepalanya.

“Hyung, apa harapan kita akan hancur sampai di sini?” Tanya Changmin yang cukup membuatku taget, anni bahkan ke 8 anggota SNSD yang lain pun sangat terkejut.

“Aku tidak ingin membahas hal itu.” Jawab Yunho Oppa.

“Oppa, sebenarnya ada apa?” Tanya Hyoyeon.

“Kau akan tahu nanti. Taeyeon ah, Sica ah, ku harap kalian tidak akan terkejut mendengar semua ini, karena pasti kalian yang akan tertekan.” Jawaban Yunho Oppa sungguh membuatku semakin penasaran. Oppa, wae yo? Kenapa hanya aku dan Taeng yang akan tertekan? Mengapa yang lain tidak? Ah, kepalaku mungkin sekarang menjadi pening.

 

***

“Oppa sebenarnya apa yang terjadi?” Kata ku setelah mengajak Changmin Oppa pergi dari ruangan rapat.

“Sica ah, apa kau yakin bisa menerima ini semua? Apa kau yakin kau akan sanggup?” Tanya Chagmin Oppa degan wajah ketidak yakinan menatap wajahku.

 

ZZZZZZ..

Getaran HP ku yang membuat ku cukup terkejut, SMS dari Yoona untuk menyuruh ku dan Changmin Oppa kembali lagi ke ruang rapat karena semua member beserta pengurus SM pun telah berkumpul.

 

***

“Hari ini adalah hari yang cukup dingin tetapi kita malah mendapatkan masalah yang cukup besar. Junsu, Jaejoong, dan Yoochun telah menuntut SM. Dan mereka meginginkan keluar dari perusahaan ini dan meninggalkan DBSK. Sekrang sedang dalam proses. Berita ini cukup besar, dan akan menyita semua perhatian public. Untuk semuanya harap datang ke sidang nanti.” Kata Soo Man yang membuatku meneteskan air mata, begitu pun dengan yang lain.

“Bagaimana bisa? Jae Oppa, kenapa kau berbuat seperti ini?” Batinku dan wajahku sudah di basahi air mata. Sementara Seohyun mencoba menenangkan ku, dan Yoona menenangkan Taeyeon yang keadaannya tidak jauh berbeda seperti ku.

 

***

Di ruang sidang.

“Jadi yang sekarang kalian mau itu adalah keluar dari SMEnt dan meninggalkan keluarga besar SM?” Tanya seorang hakim.

“Nde, aku akan keluar dari keluarga besar SM.” Jawab Jaejoong Oppa lantang.

“Oppa.” Desuh ku yang tidak menerima semua yang telah terjadi. Lihat kan? Hanya dalam beberapa jam saja, musibah datang menyerbuku. Apa Jae Oppa tidak memikirkan perasaanku? Apa dia tidak menyayangi Min Oppa dan Yunho Oppa? Kenapa sang leader DBSK malah tidak tahu tentang gugatan ini? Benar-benar hal yang tidak mungkin bisa ku bayangkan.

“Onnie tenang lah.” Yoona mencoba menenangkanku, tapi mereka tidak bisa mungkin menenangkan perasaanku yang sudah hancur sekarang.

“Bagaimana bisa Yoong?” Kata ku tanpa melihat suasana. Aku menyadari bahwa aku menangis saat sidang itu adalah hal MEMALUKAN ! Tapi, jika tidak seperti ini, apa aku akan baik-baik saja?

“Sica ah, kau akan ikut bersama ku untuk keluar dari keluarga besar SM kan?” Tanya Jaejoong Oppa penuh harapan.

“Oppa,” Kata ku tak tahu harus menjawab apa.

“Aku, akan..” Kata ku perlahan karena tak sanggup jika Jaejoong Oppa, Changmin Oppa, bahkan ke 8 saudariku.

“Kau akan ikut denganku kan?” Tanya Jae Oppa dengan tersenyum.

“Aku akan menetap di keluarga SM ini, mianhae Oppa.” Kata ku menundukkan kepala.

“MWO? YA ! KAU INI HANYA DI PERLAKUKAN SEBAGAI BUDAK ! APA KARENA CHANGMIN SEHINGGA KAU MENETAP DI SINI? YA JESSICA ! SADAR !” Teriakan Jae Oppa dengan menggoncangkan tubuhku, aku tidak dapat berbuat apa-apa.

“Anni, aku sayang oppa, aku sayang Changmin Oppa, aku menyayagi keluarga SM. Tapi, di saat SNSD baru menjalankan hidup, apa aku yang akan menghancurkan semuanya? Oppa tahu kan jika bayi itu ada proses menjadi balita? Itu sama seperti kami oppa. SNSD itu sekarang baru 1 tahun yang baru bisa berjalan dengan perlahan. Jadi aku tidak akan membuat SNSD itu mejadi janin baru. Tidak bisa oppa. Cintaku sangat besar untuk keluarga ini, karena ini adalah kelurga kedua untukku.” Jawab ku tanpa memikirkan semuanya, kata-kata itu keluar dengan senidrinya.

“YA ! apa mau kau dicoret dari anggota keluarga?” Tanya Jaejoong Oppa dengan tatapan mengerikan.

“Oppa bukan kepala keluarga. Yang berhak mencoret nama ku adalah Appa. Jika nama ku dicoret dari daftar keluarga Kim, maka aku aka mempunyai keluarga baru. Keluarga yang tak aka pernah ku lupkan, keluarga SM dan public serta cinta Sone pada kami. Tanpa mereka, aku hanyalah seorang Jessica yang mempunyai impian menjadi penyanyi.” Jawab ku lantang da berai menatap mata Jae oppa sekarang.

“Terserah mu saja ! aku tidak peduli !” Jae Oppa marah.

 

“Sica ah, sabar. Kau masih punya kami keluarga besar mu. Kami mencintaimu Sica.” Peluk Aggota member SNSD. Ku rasa aku telah memilih pilihan yang paling tepat. Di sinilah aku besar, di sini aku menangis, tertawa. Tapi bagaimana dengan Taeyeon? Apa dia baik-baik saja sekarang? Ku pikir dia pasti sangat tertekan. Tapi setahu ku Junsu Oppa telah memberi pilihan terhadap Taeng. Jae oppa keras kepala, dia tidak mementingkan bagaimana cassie akan sedih. Bagaiman jika public mecemooh Junsu Oppa, Jae Oppa, YooChun Oppa?

 

FLASHBACK END ###

 

Ku tekan nomor hp yang kutuju dan ku ketik kata-kata yang akan ku sampaikan.

“Oppa, apa kau sehat?” Tanya ku pada Jae Oppa. Selama ini dia hanya memberiku pesan 1 kali, saat aku ulang tahun. Ku pikir dia masih marah padaku. Hingga hari ini, Changmin Oppa masih setia berada di sisiku.

 

“Sica ah, apa kau tidak lapar?” Paggil Hyoyeon menawarkan ku untuk makan.

“NDE ! TUNGGU.” Jawab ku. Jae oppa, aku menyayangimu.

 

 

***

Ini ff mungkin gaje, tapi author cuma ungkapkan perasaan author saat itu :(

 

I’m Sorry Yoong

16 Jan

YOONA P.O.V

“Annyeong Oppa !” sapa ku pada seorang namja di telefon.

“Annyeong Yoong, kau sedang apa?”

“Aku sedang menonton TV dengan Sooyoung Onnie. Wae?” Tanya ku.

“Ah, annio. Apa kau tidak rindu padaku?”

“Annio !” Ledek ku.

“Benarkah? Sayang sekali. Padahal, aku sedang jalan menuju dorm mu.”

“Aku hanya bercanda Oppa.”

“Iya, aku akan meneruskan perjalanan ke dorm mu.”

“Oppa, sudah, matikan teleponnya. Kau harus konsentrasi, jangan sampai ada berita kalau Kyuhyun Super Junior kecelakan ketika dalam perjalanan menuju dorm SNSD. Dan kalau rindu padaku jangan sampai segitunya juga Oppa.” PD ku.

“ YA ! Uasudah aku tutup dulu.”

Aku menutup teleponnya dan kembali menonton bersama Sooyoung Onnie.

“Siapa yang telepon Yoong? Kyu?” Tanya Sooyoung Onnie.

“Nde, dia sedang jalan ke sini.

TING TONG !

Aku membuka pintu dorm dan kulihat Kyuhyu Oppa sudah meungguku di luar. Aku segera menyuruh Kyuhyun Oppa masuk ke dalam dorm supaya tidak ada fans yang melihat kami.

“Annyeong Soo. Yang lain kemana?”

“Annyeong Oppa. Yang lain sedang sibuk. Yoona aku masuk ke dalam dulu ya.” Kata Sooyoung.

SOOYOUNG P.O.V

Yoona kau sangat beruntung. Wajah cantik,  hati baik, penyayang semua itu lengkap ada di dalam dirimu. Kau sangat mencintai Kyu. Mianhae Yoona, aku juga menyukai Kyu, anni, aku mencintai Kyu sama sepertimu. Mungkin aku jahat, tapi itulah orang yang merebut hatiku. Walau aku sadar, hanya kau yang di cintai Kyu.

AUTHOR P.O.V

“Yoona sudah malam, aku pulang dulu ya, nanti aku di cariin LeeTeuk hyung.”

“Oke Oppa. Hati-hati di jalan. Saranghae Kyu Oppa.”

“Nde. Na do saranghae deer.” Kyuhyun mencium kening Yoona.

***

“Aigo Yoona, kau beruntung memiliki Kyu Oppa. Perfect couple !” Kata Jessica.

“Aku iri padamu Yoona.” Sambung Hyoyeon.

“Onnie, kalian juga bisa seperti Yoona Onnie, tapi belum waktunya.” Kata Seohyun BT lalu meninggalkan onnie-onnie nya.

***

“Hari ini kita menyanyikan S.E.O.U.L song. Jadi kita akan berangkat jam 10 nanti. Untuk  Yoona, hari ini kau syuting untuk cf baru jam 9.” Kata Taeyeon memimpin ke 8 dongsaengnya.

“Nde Onnie.”

***

“Sooyoung, kau masih ada pemotretan di sini, jadi kau belum bisa pulang bersama member yang lain” Kata PD.

“Nde.”

“Belum pulang soo?” Tanya Kyuhyun menghampiri Sooyoung.

“Belum Oppa. Masih ada pemotretan.”

“Aku antar kau pulang ya nanti.”

“Tapi Oppa.. “

“Pokoknya tidak boleh menolak.”

***

“Aku sudah selesai Oppa. Apa tidak merepotkanmu?” Tanya Sooyoung sedikit gugup.

“Tidak. Ayo masuk.”

“Hmmm, apa Yoona tidak akan marah kau megantar ku kembali ke dorm?” Tanya Sooyoung.

“Tidaklah, kau kan sudah seperti adikku sendiri.”

“Ternyata aku hanya di anggap adik oleh Kyu Oppa.” Batin Sooyoung.

“Hmmm, bagaimana kalau ada seseorang di dekat Oppa yang mencitai Oppa?” Tanya Sooyoung.

“Aku tak tahu. Mungkin ku tolak. Karena sekarang dan selamanya hanya ada Yoona di hatiku.”

“Jika, aku mencitaimu?” Kyuhyun tak mejawab

“Kamsahamnida Oppa sudah  mengatarkaku sampai dorm.”

***

TROUBLE TROUBLE TROUBLE..

Hp Yoona bordering.

“Annyeong Oppa, ada apa menelponku tengah malam? Ini  sudah jam 2 lewat.”

“Yoona, aku mohon kau jangan terkejut.” LeeTeuk berbicara dengan nada yang cukup membuat penasaran.

“Wae yo Oppa?”

“Uri Kyu….. kecelakaan sekarang dia sedang masuk UGD.”

Yoona mulai mengeluarkan air mata, hal yang tak pernah Yoona sangka itu terjadi. Yoona menjatukan HPnya dan membuat Yuri terbangun.

“Yoona sudah malam, apa kau mau mejahili ku? Besok saja lah, aku sangat lelah.” Kata Yuri merasa risih.

***

Yoona berlari masuk ke dalam rumah sakit.

“Oppa, dimana Kyu Oppa? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Yooa menangis dan gelisah.

Tak berapa lama, dokter yang menangani Kyuhyun keluar dari ruangan.

“Dia masih hidup. Luka di tubuhnya tidak parah, tetapi saat dia kecelakaan dan mobilnya  terbalik, kepalanya terbentur batu besar sehingga megeluarkan banyak darah. Dia lupa ingatan. Mungkin dia tidak akan sembuh ingatannya.” Kata Dokter.

***

Yoona menuggu Kyuhyun pulih. Yoona menunggu dan terus menunggu. 2 hari sudah Yoona tidak mau makan dan meunggu Kyuhyun yang tidak sadar setelah 2 hari yag lalu.

“Yoona, makanlah sedikit, lihat badanmu sungguh hanya tersisa tulang dan kulit.” Rayu Ryeowook. Tetapi tidak ada respon dari Yoona.

Tak berapa lama kemudian Kyuhyun membuka matanya, menggerakkan tangannya dan melihat kea rah kirinya.

“Kau siapa?” Tanya Kyuhyun pada Yoona.

“Oppa, kau sudah sadar? Baguslah.” Kata Yoona tersenyum.

“Hyung, wanita ini siapa?” Tanya Kyuhyun polos.

“Kyu?? Kau tidak ingat? Yoona ini adalah yeoja chingumu.” Kata LeeTeuk menatap heran.

“Bukan, yeoja chinguku adalah.. ah itu dia.” Kyuhyu meunjuk kea rah pintu dan semua terkejut.

“SOOYOUNG ???”

“Nde, wae?” Tanya Kyuhyun.

Yoona berlari meniggalkan kamar Kyuhyun lalu menuju ke atas dan menatap langit malam.

YOONA P.O.V

Aku bukan yeoja chingu Kyu Oppa? Benar sangat menyedihkan, kenapa hanya aku yang dilupakan ? semuanya dia ingat. Tapi hanya aku yang tidak. Eothoke? Bagaimana Kyu Oppa megingat kalau Sooyoung Onnie yeoja chingunya? God please give me your miracle.

AUTHOR P.O.V

Tiffany menghampiri Yoona dan memeluk Yoona.

“onnie, apa aku pernah melakukan kesalahan yang sangat besar sehingga aku harus merasakan seperti ini?” Yoona menangis dan memeluk Tiffany.

“Yoona, kau sedang di uji. Pasti ada jalan keluar dari yang kau alami. Kau bisa meminta tolong pada Sooyoung untuk mencoba supaya Kyu mengingatmu.” Kata Tiffany.

“Onnie, tapi kau mau membantuku kan?”

“Nde dongsaeng.”

“Onnie, apa kau malaikat? Kau sangat baik, seperti malaikat yang dikirim utukku.”

***

7 bulan kemudian……

“Soo, bagaimana, apa Kyu sudah mengingat masalah tentang Yoona?” Tanya Tiffany saat sedang berkumpul di ruang tamu bersama SNSD dan SUPER JUNIOR.

“Hmmm, sebelumnya mianhae. Kyu Oppa aku tidak pernah bicara padamu tentang masa lalumu bersama Yoona. Mianhae Yoona, aku sangat mencintai Kyu Oppa saat awal aku berkenalan dengannya, dan itu saat 6 tahun yang lalu saat traine.” Jawab Sooyoung menundukkan kepalanya.

“ONNIE?” Yoona menatap Sooyoung.

“Tapi, jika aku mengetahui bahwa Yoona adalah yeoja chinguku, aku akan tetap memilih Sooyoung karena selama 7 bulan ini , aku merasa lebih bahagia dengaya.” Kata Kyuhyun.

“KAU ! SEKIAN LAMA, SELAMA 8 TAHUN AKU MENCINNTAI YOONA TAPI AKU MENGALAH PADAMU, LALU KAU BERBUAT SEPERTI ITU PADA NYA??” bentak Donghae.

 

“Berbahagialah.” Yoona terseyum.

“Yoona..” Tiffany terkejut mendengar perkataan Yoona.

“YOONA” Yang lain ikut terkejut.

“Jika kalian berdua bahagia maka aku pasti akan bahagia. Mungkin aku dan Kyu Oppa bukan jodoh.”

Tiffany memeluk Yoona, dan Yoona tidak dapat menahann air mata tulusya itu.

“Jangan menangis.” Tiffany yang ikut menangis menghapus air mata Yoona.

 

 

****THE END****

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.