Please Let Me A Little More Time

22 Jan

Ku tata rambut hitamku, ku rapikan pakaianku, ku ambil dan ku rangkul tas ranselku berwarna coklat tua. Ini adalah kehidupan yang akan ku mulai di dunia SMA. Ku langkahkan kakiku mengarah ke lantai. Ku lihat di meja makan sudah ada orangtua ku menunggu.

“Pagi “ Sapa ku pada kedua orangtuaku.

“Pagi Sunny ah, aigo anak Omma cantik sekali.” Puji Omma ke padaku, ku tarik kursi dan ku duduk.

“Pagi Sunny.” Sapa Appa tersenyum padaku, aku menikmati makanan pagiku dan tidak lama kemudian bel rumahku berbunyi. Sudah ada yang menjemputku, aku pun lekas berpamitan dengan orangtuaku dan membuka pintu.

“Ahjussi, ahjumma, kami berangkat dulu ya.” Kata namja yang tepat berdiri di sampingku dengan membungkuk 60 derajat.

“Nde, hati-hati di jalan ya.” Kata Orangtua ku dan tersenyum ke Sungmin.

“Sunny ah, kamu gak tinggi-tinggi ya?” Ledeknya memegang kepala ku dan mengukur tinggi badanku.

“YA ! KAU BOSAN HIDUP?” Kata ku berteriak memukul tubuhnya. Aku pun pergi ke sekolah dengannya.

Apa kalian sudah tahu sebenarnya siapa yyang tadi pagi menjemputku? Itu Lee Sungmin ! Eits, jangan kira dia itu namja chingu ku, dia itu hanya teman terdekatku sejak aku kecil. Kami sering dikira berpacaran, karena dimana ada aku pasti ada dia, jadi aku tidak pernah berfikiran lebih padanya.

 

Saat aku berjalan dengan Sungmin dan baru masuk ke pintu sekolah, sudah banyak orang yang berkumpul dan sepertinya sedang menggerumuni seseorang. Saat ku perhatikan baik-baik, ya ternyata benar apa dugaanku. Mataku melihat ke arahnya dan ku rasakan hati ku berdebar. Dan perlahan dia melihat ke arahku, dan “YA! SEDANG APA KAU?” Sungmin menghancurkan suasana indah itu.

“YA ! LEE SUNGMIN BISAKAH KAU TIDAK MENGGANGGU KU DALAM WAKTU 1 JAM SAJA?”

“Tidak bisa, karena mengganggumu adalah hal yang menyenangkan di dunia selain mmain game.” Ledeknya dan layaknya seperti orang tak berdosa.

 

***

Ku lirik jam tanganku, dan ku lihat sekitar ku yang sepi dan hanya terdengar suara angin.

“aduh kemana Appa? Katanya mau mejemputku, tapi sudah jam 11 malam belum datang juga, tadi mending aku pulang bareng Sungmin deh.”

Mobil hitam melintas di hadapanku, lalu mobil itu berhenti.

“Kau belum pulang?” Tanya sesorang membuka kaca mobil belakangnya.

“Ah.. itu… be.. lum..” Kata ku gugup dan OMO ! Dia adalah pria yang ku lihat tadi pagi.

“Wae? Sudah larut malam, sebentar lagi gerbang akan di tutup. Mau pulang bareng denganku tidak? Aku tidak mungkin meninggalkan kau seorang diri duduk di sana.”Kata namja itu.

“Annio, nanti merepotkan.” Kata ku meolak.

“Aku harus mengantarmu, kau lihatkan, pintu gerbang sekolah sudah di tutup sebagian dan apa kau mau duduk di situ dengan kegelapan?” Tanya namja itu yang membuat ku jadi sangat gugup.

“Ah, nde. Mianhae merepotkan mu.” Kata Ku membuka pintu mobilnya.

“Gwnchana yo. Kok belom di jemput?”

“Ah, mungkin Appa sibuk. Tapi biasa aku pulang bareng temen, Cuma karna Appa ku  tadi mau jemput, ya aku tunggu.”

“Oh begitu. Namamu siapa?”

“Namaku Lee SoonKyu, biasa di panggil Sunny, Kau?” Tanya ku penasaran.

“Aku Choi Siwon, panggil Siwon saja.”

 

 

***

Nama namja itu ternyata Choi Siwon, sungguh nama yang berwibawa seperti yang memiliki nama tersebut. Ah, kenapa di saat memikirkannya hatiku merasa ada sesuatu yang aneh. Oh iya, aku lupa ! aku menyuruh Sungmin menelponku ! ah, Sunny pabo !

 

“YA ! LEE SOONKYU, KAU SEDANG APA SIH? AKU DARI TADI MENELPONMU TIDAK DI ANGKAT ! AKU MAU NANYA SOAL MATEMATIKA TAU !” Pesan dari Sungmin yang baru ku buka, aku pun segera menelponnya.

 

Kok gak di angkat sih? Apa sudah tidur y? ah , mustahil, seorang Lee Sugmin sudah tidur sebelum main games. Apa dia berniat mengalahkanku? Oh, tidak bisa Minnie yahh.

 

***

“Appa, Omma, kok Minnie belum jemput sih? Nanti aku telat lagi.” Kata ku.

“Oh iya, tadi ahjumma telepon katanya Sugmi gak sekolah.”

“YAHH ! Kok gitu sih? Masa bolos gak ngajak-ngajak? Minnie jahat deh ! padahal aku mau curhat sama dia !” Kata ku BT dan lagsung keluar pintu rumah dan naik ke mobil bersama supirku.

 

***

“Minnie ah, kenapa kau tidak sekolah? Kau bolos? Kenapa tidak ajak aku kalau mau bolos? Kau tahu tidak, kemarin Siwon yang mengantar ku pulang loh ! aku sebenernya seneng Cuma ya aku gugup banget ! bales ya SMS ku ! awas loh kalau tidak !” Kata ku mengirim pesan ke Sungmin.

 

“ya SOONKYU ! murid teladan seperti ku tidak mau bolos, tidak seperti mu. Benarkah? Sayangnya aku hari ini tidak bisa hadir ke sekolah. Kau tahu kenapa? Itu RAHASIA ! ahahahah, wah sekarang kau bisa mengancamku? Tenang Sunny, ancamanmu tidak akan berhasil !” Balas Sungmin cepat.

 

“Minnie kok kau main rahasia dengan ku sekarang? Ancaman ku berhasil ! buktinya kau membalaas pesanku dengan cepat kan? Sudah ya, aku mau masuk club dulu. Bye Minnie.” Pesan terakhir ku tidak dib alas dengannya, apa benar dia sedang sibuk?

 

***

1 bulan memasuki kehidupan SMA pun berlalu, di sinilah, aku menemui pria yang ku dambakan. Dengan kenekatanku, aku ingin mengungkapkan perasaaku yag sesungguhnya pada Siwon. Minnie pun mendukungku.

 

“Hmm, Siwon-sshi, aku ingin bicara sesuatu. Aku.. aku.. suka padamu..” Sukses kata-kata itu telah ku ungkapkan !

“Jeongmal?” Tanya sedikit terkejut.

“Nde.”

“Aku juga menyukai mu pada saat aku bertemu denganmu. Bisakah aku jadi namja chingu mu?”

“Nde, aku sangat senang.”

 

***

Aku mencari sosok temanku yang cute itu di sudut sekolah. Tetapi, dia tidak ada. Apa dia bolos atau sibuk lagi? Sudah 2 minggu aku tidak berangkat sekolah bersamanya. Dan sudah hari ke 4 dia tidak hadir. Apa dia pergi keluar negri? Tapi tidak mungkin jika dia pergi tanpa memberitahu ku. Aduhh, Minnie sebenarnya kau kemana? Apa nanti aku pergi ke rumahnya saja ya?

 

 

***

“Sunny, ayo pulang bersama.” Ajak Siwon.

“NDE?” Tanya ku sedikit terkejut.

“wae? Kau tidak ingin pulang bersama ku?”

“Bukan, bukan itu, tapi..”

“Kau tidak mau? Yasudah.” Kata Siwon dengan wajah yang sedikit berbeda.

“Ah, anni, ayo kiita pulang bersama.

 

Jika aku pulang dengan Siwon, nanti aku gak jadi pergi ke rumah Minnie dong? Aduh, aku penasaran banget apa yang dilakukan Miie, tapi aku juga tidak mungkin menolak tawaran Siwon. Bahkan SMS ku yang baru tadi siang ku kirim saja tidak di balas. Eotthoke?

 

***

“Appa, Minnie kemana sih?” Tanya ku mendekati Appa.

“Kata Ahjussi ini rahasia.” Kata Appa yang hanya menoton pertandingan bulu tangkis.

 

***

3 hingga 4 bulan, ku jalani hari-hari ku yang hampa tanpa temanku, Minnie. Ku pikir dengan adanya Siwon, itu akan mengisi hariku. Tapi sayangnya itu sama sekali tidak berarti.

 

“AH, MINNIE KAU KEMANA? BOGOSSHIPO !” Teriak ku saat di lapangan sekolah.

“Kau merindukan siapa?” Tanya Siwon menagetkanku.

“Ah, anio. Kau salah dengar mungkin”

“Pendengaranku masih baik Sunny, jika kau berteriak seperti itu sudah pasti terdengar oleh ku.”

“Chinja?” Tanya ku berpura-pura autis.

 

***

Ini sudah 4 bulan 4 hari Minnie gak masuk sekolah, pokoknya hari ini harus pergi ke rumahnya. Walaupun kemarin ada halangan, huh ! menyebalkan !

 

“Sunny !” Panggil sesorang dari belakang ku.

“Ah, kau mengagetkanku saja, ada apa?”

“Nanti sepulag sekolah, orangtua ku ingin bertemu denganmu. Jadi pulang denganku ya.” Kata Siwon.

“Tappi Siwon ah..”

“Jangan menolak loh, Appa ku membatalkan meeting penting untuk bertemu denganmu, jadi jangan mengecewakannya. Oke?”

 

Eotthoke? Gagal lagi untuk ke rumah Minnie?

 

***

Kau siapkan? Ayo masuk ke rumah ku.

“Annyeong ahjussi, ahjumma.” Sapa ku membungkuk 90 derajat.

“Annyeong, wah kau cantik dan imut sekali.” Kata Ahjumma tampak terlihat senang ketika melihatku. Aku merasa sangat seang juga.

 

Kami pun makan malam. Di saat sebelum makan malam.

“Mianhae, ahjussi ahjumma Siwon. Aku harus pergi sekarag. Mianhae aku tidak sopan” Kata ku meninggalkan rumah mereka.

 

Aku segera memanggil taksi. Kutekan bel rumah Minnie. Dan ada sesorang pembatunya membukakan pintu.

“Permisi, apa Sungminnya ada?”

“Sungmin, dia sudah 4 bulan pergi ke Amerika. Agasshi teman kecilnya Min kan?”

“Nde, kenapa dia pergi ke Amerika?”

“Hmm, saya tidak bisa memberitahu.”

“Gomawo..”

 

***

Satu-satunya cara, dan hanya ini lah caranya.

 

“Appa.” Panggil ku mendekati Appa.

“Wae?” Kata Appa melihat ke arahku.

“Apa Appa ada dinas ke luar negri?” Tanya ku gugup.

“Sepertinya hanya ke Jepang, wae?”

“Apa haya Jepang, apa tidak ada tempat lain?”

“Tidak, wae yo? Kalau ingin sesuatu tiggal bilang saja.”

“Hmm, sebearnya aku mau meyusul Mini eke Amerika.”

“MWO? Kapan Minnie pergi?”

“4 bulan yang lalu, aku baru tahu tadi.”

“Oh, baiklah, besok kita berangkat, tapi kau sendiri yang pergi ke Amerika, Appa tidak dapat menemanimu karena ada urusan di Jepang, nati kalau sudah selesai, Appa meyusulmu bersama Omma.”

“Chinja? Gomawo Appa, saranghae.”

 

***

“Appa, Omma, aku berangkat ya !” Kata ku melambaikan tangan.

“Nde, jaga dirimu baik-baik. Aku sudah memita Ahjussi untuk menjemputmu nanti.”

 

***

“Anyeong ahjussi.”

“Anyeong Sunny. Bagaimana bisa kau berani pergi sendiri ke Negara lain?”

“Ah, hanya ada sesuatu ahjussi. Oh iya, kemana Sungmin?”

 

***

“Sungmin sedang berada di sini.”

“Rumah sakit? Apa Minnie sudah jadi dokter? Wah hebat.” Kagum ku.

“Annio, kau harus lihat sendiri. Ku harap kau tidak terkejut dengan semua ini.” Ahjussi berhasil membuatku penasaran.

 

***

Ku buka pintu kamar 303, dan ku lihat OMO ! Minnie kau kenapa? Pertanyaan itu melayang di pikiranku.

 

“SUNNY?” Minie terkejut melihat ke datanganku.

“Minnie, kau kenapa? Kenapa kau tega meninggalka da tidak memberitahu keberadaanmu?”

“Kenapa kau bisa ada di sini?”

“Kau kenapa?”

“Aku…. Aku… tidak dapat menjelaskannya padamu, aku takut kautidak mau menjadi temaku lagi.”

“Jika kau tidak memberitahuku, maka aku akan membencimu untuk selamanya minie !”

“Aku, terkena kanker otak. Sudah stadium akhir. Mungkin hidupku tak akan bertahan lama. Mianhae, aku takut kau membeciku. Karena hanya kau tem,anku seorag yang ada di dunia, dan hanya kau lah yang meerima kelebihan dan kekuranganku.”

“Minnie ah, aku tidak memandangmu dari kondisi fisikmu. Hanya hatimu, hanya hatimu Minnie yang membuat ku bertahan sebagai Soonkyu yang sekarang. Hanya itu Minnie. Walaupun aku tidak pernah berbuat apa-apa padamu, tapi kau? Kau memberikan semuanya untukku !” Kata ku tak dapat menahan air mata yang sudah mengalir ke pipiku.

“Sunny ah, mianhae, jeongmal mianhae. Selama ini, selama ini aku telah menyukaimu Sunny. Saranghae. Hanya itu yang ingin ku sampaikan padamu saat ini. Besok aku di suruh menjalani operasi, tapi ku pikir ini aka sia-sia, aku hanya lah Sungmin yang dapat menghamburkan uang orangtua ku saja. Kau ingat tidak? Saat kita umur 7 tahun, aku mengajakmu untuk menyanyi di panti asuhan? Saat itu kita menyanyi lalu kau menangis karena anak-anak panti asuhan itu bilag kalau kita hanya anak orang kaya yang tidak tahu sama sekali kehidupan yang nyata. Itu tidak akan pernah ku lupakan. Mungkin ini akan mengahancurkan hubungan mu dengan Siwon.” Kata Sungmi yang terus menatap ku.

“Minnie ah, aku baru menyadari, saat kau tidak masuk sekolah aku mencarimu. Saat kau 4 bulan tidak kembali ke sekolah, aku ingin mencarimu dan meninggalkan acara dengan keluarga Siwon. Ku pikir perasaan itu bukan perasaan teman. Minnie ah nado saranghae. Jangan tinggalkanku sendiri.”

“Cinta tidak butuh kebersamaan Sunny. Kita selama itu bersama, sangat membuat kenangan ku paling indah. Sunny, mugkin fisik ku hanya untuk sementara. Tapi hatiku, tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu, hatiku akan selalu kekal untukmu.”

 

Tak berapa lama, Sungmin tidak menyadarkan diri, lalu para dokter memeriksa keadaan Minie, aku yang sangat sedih hanya dapat menunggu perkembanga Minnie. Ya Tuhan, apa tidak dapat member waktu Minnie 1 tahun lagi? Anni, 1 minggu saja? Jika tidak cukup, aku rela jika di beri 1 jam saja.

 

“Sungmin tidak dapat tertolong, sekarang kalian boleh melihatnya.”

 

“Minnie ah, kau tidak boleh meninggalkanku ! kau tahu? Hanya kau pembangkit semangat ku ! Minnie ah , “ Kata Ku tak dapat berhenti meangis dan menggenggam tangan Minnie.

“Mianhae Sunny, keep smile, hatiku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu.” Itulah kata-kata Sungmin sebelum kepergiannya.

 

***

Aku datang ke makam Minnie.

“Minnie ah, kau bahagia tidak di sana? Apa kau baik-baik saja? Mianhae aku tidak dapat menemaimu di sana.” Kata ku menahan tangisan.

“Sungmin, mianhae waktu itu aku merebut Suny dari mu, aku benar-benar tidak tahu. “ Kata Siwon.

 

“Minie ah, jaga dirimu baik-baik. Aku akan selalu tersenyum untukmu. Jangan lupakan kenangan kita bersama ya.”

 

 

***END***

 

Gimana ff oneshoot ku? bagus atau jelek. COMMET YA !

11 Tanggapan to “Please Let Me A Little More Time”

  1. sapphire13shinee 22 Januari 2011 pada 14:06 #

    Nih udah mampir
    suka buat ff juga ya?
    chingu juga mampir ke blog temenku dong
    http://www.supersapphireperals13.wordpress.com🙂

    • ky93fany 22 Januari 2011 pada 14:06 #

      thanks chingu🙂
      iya nih, heheh, iya aku mampir ^^

  2. thejoice 22 Januari 2011 pada 14:06 #

    sad ending?😦
    sungmin-sunny forever! xD
    udah curiga gw sungmin psti knpa2…

    • ky93fany 22 Januari 2011 pada 14:06 #

      heheh, iya🙂
      SunSun jjang ! hehehe..
      wkwkwk, curiga ya?

  3. wellypombob 22 Januari 2011 pada 14:06 #

    ah gila ! sumpah keren coyy fan ! gila , bgus kok . nice fanfic ><

  4. thejoice 23 Januari 2011 pada 14:06 #

    iyah… abis tiba2 ngilang gtu~
    biasanya klo dah ngilang gtu psti skit parah…
    wkwkwk.

  5. wellypombob 23 Januari 2011 pada 14:06 #

    masi bngung gua maen wordpress . wkwk .

  6. olive 29 Januari 2011 pada 14:06 #

    keren ff nya .
    sumpah keren bnget .
    onta berbakat bkin ff .
    wkwk .

    • ky93fany 30 Januari 2011 pada 14:06 #

      wkwkw, gomawo🙂
      jgan manggil gw onta atau apa di blog !
      manggil gw author atau fanny aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: