Poor Sica (Jaejoong Ver.)

26 Mar

Selesai sudah kami perform saat SM TOWN Concert ini.

“Ah, concert yang menarik ! para fans begitu fantastic.” Kata Changmin menghapus keringatnya dengan handuk kecil.

“Iya, tidak akan ku lupakan penampilan ini, sungguh terharu.” Sambung Yunho. Aku, Junsu, dan Yoochun terdiam.

“Oppa, kalian keren sekali !” Puji Hyoyeon yang datang pasti untuk memuji Yunho.

Kamsahamnida, dancemu juga keren !” Puji Yunho tersenyum. Yunho tersenyum, pasti dia tidak berfikir nanti akan mendapat musibah.

Apa aku lanjutkan saja untuk menggugat SMEnt? Apa ini keputusan terakhirku? Apa karena kontrak budak? Apa karena uang aku meninggalkan keluarga ini? Apa dengan ini aku berbuat jahat dan membohongi Yunho, leader TVXQ? Apa kata netizen nanti? Pasti dia yang akan terbebani dengan cemooh, bahkan netizen yang menjelek-jelekannya menjadi leader yang buruk.

Tapi ini sudah jalanku, sudah kuputuskan, sudah sangat yakin ! mianhae Jessica, mianhae, Changmin, mianhae Yunho.

***

Kami sudah sampai di dorm TVXQ, senyuman Changmin dan Yunho begitu tampak pada raut wajah mereka meskipun mereka lelah dengan hari ini.

Aku memandangi Junsu dan Yoochun yang sudah kembali ke kamar. Guys, apa kalian akan meneruskan rencana ini? Aku benar-benar tidak dapat berfikir lagi, lebih baik aku tidur.

Menunggu esok dan mempersiapkan diri untuk melawan keluarga yang cukup besar. Iya, itu sudah keputusanku.

Tapi, bagaimana kelanjutan hubungan Taeyeon dan Junsu? Apa mereka akan mengakhiri nya karena hal bodoh ini? Taeyeon, Jessica, kalian harus tabah.

***

Kami sampai pertama di kantor SMEnt lalu langsung menuju Lee Soo Man. Pasti dia membentak kami ! Pasti dia.. ah aku tidak sanggup melanjutkan kata-kata ku ini.

Junsu sudah memegang surat tuntutan. Junsu ah, Yoochun ah, bagaimana sebenarnya perasaan kalian? Apa sama halnya dengan ku?

Kami berjalan menuju ruangan Lee Soo Man. Yunho melihatku.

“Ada apa sih Jae?” Tanya Yunho tersenyum.

“Hmm, annio, kau akan tahu nanti.” Kataku juga tersenyum.

“Ah, apa begitu istimewa? Apa ini surprise?” Yunho mulai bertanya-tanya. Apa ini bias di sebut dengan istimewa? Sueprise?

Kami melangkah dan semakin dekat dengan ruangan Lee Soo Man, lalu membuka pintu. Yunho dan Changmin telah duduk. Sedangkan aku, Junsu dan Yoochun melangkah mendekati Lee Soo Man, lalu menyerahkan kertas itu.

“Ada apa?” Lee Soo Man tersenyum lalu mengambil kertas itu, sekilas dia membaca lalu raut wajahnya berubah menyeramkan.

“MWOO?” Teriak Lee Soo Man terkejut.

“Mianhae, kami ingin keluar dari keluarga besar SMent.” Jelas Junsu, dia begitu berani. Ya aku mungkin tidak seberani itu.

“Tapi kenapa? Apa kalian ingin meninggalkan TVXQ yang sedang sukses setelah comeback? Bagaimana dengan fans kalian? Apa kalian tidak mikir?” Bentak Lee Soo Man.

“Sudah kami pikirkan. Kami akan bicara nanti di persidangan.” Kata Yoochun lantang. Aigo, sudah dikatakan mereka ber2, aku tidak berani berkata apa-apa.

“YA ! APA KALIAN GILA?” Bentak Lee Soo Man.

“Sudahlah, Changmin Yunho kalian ingin bagaimana?” Tanya Lee Soo Man.

Yunho menangis, Changmin menangis. Apa aku tega membuat mereka berdua menangis? Apa aku mengambil jalan yang benar?

“Molla, nanti saja di ruang persidangan.” Yunho dan Changmin keluar dari ruangan Lee Soo Man.

***

“Hari ini adalah hari yang cukup dingin tetapi kita malah mendapatkan masalah yang cukup besar. Junsu, Jaejoong, dan Yoochun telah menuntut SM. Dan mereka meginginkan keluar dari perusahaan ini dan meninggalkan DBSK. Sekrang sedang dalam proses. Berita ini cukup besar, dan akan menyita semua perhatian public. Untuk semuanya harap datang ke sidang nanti.” Kata Soo Man yang membuat Jessica meneteskan air mata, begitu pun dengan yang lain. Aku? Hanya dapat duduk berdiam diri.

Sica ah, hajiman, jangan menangis. Jika kau menangis, itu akan sulit untuk keluar dari sini, sica ah, kau ikut denganku saja ya?

“Jadi yang sekarang kalian mau itu adalah keluar dari SMEnt dan meninggalkan keluarga besar SM?” Tanya seorang hakim.

“Nde, kami akan keluar dari keluarga besar SM.” Jawab ku lantang. Akhirnya, aku mengeluarkan suara ku juga.

“Oppa.” Jessica menangis. Dia seperti ini akan membuat ku lebih sulit untuk meninggalkannya.

“Onnie tenang lah.” Yoona mencoba menenangkan Jessica, suara Yoona begitu jelas. Sica ah, apa kau akan menetap disini?

“Bagaimana bias Yoong?” Terdengar jelas Jessica dengan keras berbicara dan nada menangisnya itu terdengar jelas.

“Sica ah, kau akan ikut bersama ku untuk keluar dari keluarga besar SM kan?” Tanya ku memberanikan diri mengajak Jessica ikut bersama denganku.

“Oppa,” Katanya tetap menangis.

“Aku, akan..” Katanya terbata-bata akibat menangis.

“Aku akan menetap di keluarga SM ini, mianhae Oppa.” Jessica telah menjawab. Aku malu, aku marah dengan jawabannya itu. Dia menundukkan kepalanya.

“MWO? YA ! KAU INI HANYA DI PERLAKUKAN SEBAGAI BUDAK ! APA KARENA CHANGMIN SEHINGGA KAU MENETAP DI SINI? YA JESSICA ! SADAR !” Aku berteriak. Lalu menggoncang tubuh Jessica.

“Anni, aku sayang oppa, aku sayang Changmin Oppa, aku menyayagi keluarga SM. Tapi, di saat SNSD baru menjalankan hidup, apa aku yang akan menghancurkan semuanya? Oppa tahu kan jika bayi itu ada proses menjadi balita? Itu sama seperti kami oppa. SNSD itu sekarang baru 1 tahun yang baru bisa berjalan dengan perlahan. Jadi aku tidak akan membuat SNSD itu mejadi janin baru. Tidak bisa oppa. Cintaku sangat besar untuk keluarga ini, karena ini adalah kelurga kedua untukku.” Itu jawaban Jessica. Aku tambah malu ! aku malu dengan usia ku yang tidak dapat berfikir seperti Jessica ! aku malu ! aku malu !

 

“YA ! apa mau kau dicoret dari anggota keluarga?” Aku menatap dia dengan tatapan mengerikan, aku marah.

“Oppa bukan kepala keluarga. Yang berhak mencoret nama ku adalah Appa. Jika nama ku dicoret dari daftar keluarga Kim, maka aku aka mempunyai keluarga baru. Keluarga yang tak aka pernah ku lupkan, keluarga SM dan public serta cinta Sone pada kami. Tanpa mereka, aku hanyalah seorang Jessica yang mempunyai impian menjadi penyanyi.” Dukk, jantungku berdetak, dia berani berbicara seperti itu padaku. Aku.. akan menghilangkan impiannya jika aku memaksa dia untuk pergi? Dia berani menatap mataku.

“Terserah mu saja ! aku tidak peduli !” aku marah, aku kembali duduk bersama Junsu dan Yoochun.

 

“Sica ah, sabar. Kau masih punya kami keluarga besar mu. Kami mencintaimu Sica.” Terdengar kedelapan saudarinya member dukungan pada dia dan memeluk dia, aku benar-benar tidak bias mendengarkan ini !

Aku memang sudah tidak berfikir panjang. Apa nanti Yunho akan dicemooh? Apa bagaimana kelanjutan nama TVXQ? Bagaimana seterusnya karir ku? Apa cassie tetap mendukungku?

***

Di tahun 2011

Ku lihat layar HP ku, pesan dari Jessica masuk.

“Oppa, apa kau sehat?” aku ingin membalasnya, tapi jika ku balas, itu akan membuat ku kehilangan dongsaeng yang berarti.

Ku lihat juga di Twitter sangat mendukung SM TOWN Concert 2011 di Jepang, harusnya aku berada di sana sekarang. Tapi inilah hidup ku sekarang. Aku tidak akan meninggalkan kenangan TVXQ selamanya. Mereka adalah keluarga pertamaku.

 

***END***

 

Akhirnya author post juga yang Jaejoong ver. kekeke😀 othoke? bagus gak? hehehe🙂 leave you comment please !

7 Tanggapan to “Poor Sica (Jaejoong Ver.)”

  1. marley serren 26 Maret 2011 pada 14:06 #

    manteepp.
    lnjutn dr poor sica
    like like
    snsd jjang
    tvxq jjang

    • ky93fany 27 Maret 2011 pada 14:06 #

      kekeke iya di lanjut dr yg poor sica onn😀

  2. thejoice 27 Maret 2011 pada 14:06 #

    ahhh… sedih😦
    nice story thor ! (Y)

  3. olive 27 Maret 2011 pada 14:06 #

    sica kasihan bnget .
    kren thor (y) .

  4. wellypombob 3 April 2011 pada 14:06 #

    keren thor . daebak ! kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: