[DRABBLE] Last Dream

20 Apr

annyeong😀 author balik, dan sesuai kehendak hati author buat ff dengan rajinnya dan meneteskan air mata😦

author lagi sedih, jadi mohon ya dengan perjuangan author, keyboard smpe basah, jgan ada yang gak comment oke?😦 ada masalah pribadi yang hingga bisa muncul fanfic ini ^^

“Oppa, chakaman !” Panggilku pada seorang namja tampan bertubuh tinggi yang sedang menggandeng erat tanganku.

Dia melihat wajahku. “Wae-yo chagi?” Tanyanya tersenyum manis.

Aku tersenyum. “Bisakah kita pergi ke café itu sebentar saja? Aku ingin meminum segelas macchiato.” Pintaku.

“Kenapa tidak?” Namja itu tersenyum lalu membawa-ku pada sebuah café itu.

Dia menarik kursi dan mempersilahkanku duduk. “Kau tunggu disini, biar aku saja yang memesan.” Ujar namja itu.

“Hmm.” Aku membalas senyuman tulusnya.

Terus kulihat dari punggung namja itu. Terus kulihat, tak pernah sedetik pun aku mengalihkan pandanganku padanya.

“Macchiato hangat, satu. Dan segelas green tea hangat.” Pesan namja itu.

Dikeluarkannya dompet berwarna coklat dari saku celananya. Lalu dibawanya segelas macchiato dan segelas green tea.

“Gomawo Oppa.” Aku terus tersenyum padanya, dan mulai meminum seteguk macchiatto itu.

Namja itu melihatku sedari tadi. “Apa rasanya enak?” Senyum namja itu.

“Hmm, tentu saja. Karena orang yang sungguh kucintai yang memesankan dan membawa minuman ini untukku.” Aku tersenyum, entah kenapa tidak ingin berhenti tersenyum kepada namja ini.

Namja itu mengambil sapu tangannya lalu membersihkan noda minuman di atas bibirku.

“Lalu sekarang kita ingin kemana?” Tanya namja itu yang melihat minuman ku sudah habis.

“Hmm, terserah Oppa. Yang penting, bersama mu, asalkan bersama denganmu, aku selalu bahagia.” Aku melipat kesua tanganku pada meja café itu.

Namja itu berdiri lalu menggandeng tanganku. “Mau kemana Oppa?” Tanyaku penasaran.

Dia terus saja melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan pertanyaanku. “Bukankah kau bilang asalkan bersamaku kemanapun kau akan bahagia?” Tanyanya mengulang perkataanku saat di café tersebut.

Aku tersenyum, perjalanan ini sungguh jauh, entah kemana dia akan membawaku pergi.

Aku tertidur, saat perjalanan itu aku tertidur lelap. Tertidur hingga tidak memikirkan sesuatu.

Seseorang menggoyangkan tubuhku, membangunkanku hinggaku sadar. “Chagia kau tidur terlalu lelap, bagimana jika kita pulang saja?” Tanya namja yang memegang tanganku.

Terlihat wajah paniknya tadi saat membangunkanku. “Anni chagi, laut?” Tanyaku saat melihat dari dalam mobil terbentang laut yang luas di depan sana.

Namja itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkanku untuk keluar bersamanya, bahagia bersamanya. Dia memegang erat tanganku. Terasa sekali tangannya menggenggam erat tanganku.

“Duduk disini saja ya.” Kata ku.

Namja itu memeriksa tempat yang akan kududuki terlebih dahulu. “Chagia, aku bahagia bersamamu, aku sangat bahagia chagia.” Kataku yang benar-benar ingin mengatakan hal itu, entah kenapa.

Namja itu memegang tangan kiri ku lalu meletakkannya di dada-nya. “Baby-ah, aku juga sangat bahagia bersama denganmu, sangat bahagia. Kini, kau jangan meninggalkanku ya?”

Aku tersenyum. “Mana mungkin aku meninggalkan seorang Shim Changmin yang begitu mencintaiku, dan telah merebut hatiku?”

Namja itu memelukku, memeluk dengan sangat erat hingga sesak rasanya. “Baby-ah.” Panggilku.

“Eum?” Changmin Oppa menyahut. “Oppa, bagaimana jika aku harus pergi untuk selama-lamanya?” Pertanyaanku membuatnya melepaskan pelukannya lalu menatapku.

“Baby-ah, apa maksudmu?” Tanya Changmin Oppa terkejut mendengar pertanyaanku yang konyol ini.

Aku menundukkan kepala. “Tapi Oppa, ini hanya sebuah pertanyaan. Jika Oppa tidak ingin menjawab tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu pendapat Oppa.” Aku menaikkan kepalaku yang terasa berat.

“Anni, jika kau akan pergi untuk selamanya, aku akan menerima kepergianmu walau hatiku terasa sakit.” Changmin Oppa menjaqab pertanyaanku. Aku meneteskan air mata.

“Oppa, aku benar-benar tidak ingin berpisah denganmu. Walau takdir harus memisahkan kita.” Aku menghapus air mataku dengan segera dan langsung memeluknya.

“Baby-ah, kau tahu? Aku akan tetap disini itu berkatmu. Karena ini aku bertahan hidup, aku merasa hidupku berharga. Baby-ah, janji kau tidak akan meninggalkanku kan?” Changmin Oppa meneteskan air mata.

“Tapi jika iya itu takdir kau harus pergi untuk selamanya, aku akan membiarkan kau pergi dengan lapang dada agar kau tenang. Tetapi cintaku padamu, itu tidak akan pernah pudar.” Changmin Oppa semakin erat memelukku.

===================

AUTHOR P.O.V

Changmin terus memegang erat tangan Yoona yang terbaring pada ruang ICU yang belum saja sadar dengan memakai tabung oksigen.

Tiba-tiba saja, Yoona bernafas terisak-isak yang membuat Changmin terkejut lalu memanggil dokter.

Dengan segera dokter menangani Yoona dan Changmin menunggu diluar dengan kegelisahan. Dokter dengan perlahan tapi pasti mengobati Yoona.

Dan akhirnya Yoona terdiam dan perlahan membuka mata. Dokter keluar setelah menangani Yoona.

“Mianhae, kami sudah melakukan yang terbaik, mungkin ini sudah menjadi takdirnya.” Dokter berbicara dengan kekecewaan. Changmin langsung menuju kamar Yoona dan meneteskan air mata.

Changmin memegang tangan Yoona dengan sangat erat. Yoona menangis lalu tersenyum.

“Oppa, ini sudah takdir ku ya kan? Ini bukan kesalahan siapa-siapa Baby-ah. Mungkin aku sudah dipanggil untuk tidak tinggal di dunia ini lagi. Aku benar beruntung memiliki mu Baby-ah.

Tadi aku bermimpi, bermimpi sampai aku tidak ingin bangun, aku bermimpi kau akan membiarkanku pergi dengan tenang dan tidak menghapus kenangan kita dan selalu nama ku yang tertera dihatimu.

Benarkah itu akan menjadi di dunia nyata? Kuharap iya, walaupun aku harus meninggalkan dunia, aku tidak akan pernah melupakan semua ini, kenangan kita bersama. Aku tidak akan menggantikan posisimu dihatiku dengan orang lain, kau juga kan?

Baby-ah, saranghae. Sampai nanti di dunia kita yang sebenarnya.” Yoona berbicara dengan perlahan lalu meneteskan air mata. Changmin menangis, sudah membasahi tangan Yoona.

“Saranghae Baby-ah, hmm, aku tidak akan menggantikan posisimu di hatiku. Sampai jumpa.” Changmin merelakan Yoona pergi. Dan berhenti menangis hingga Yoona menghembuskan nafas terakhirnya.

“Suatu saat aku akan bertemu Yoona di alam ku sebenarnya. Yoona tunggu aku, sampai takdirku tiba ya.” Batin Changmin tersenyum.

25 Tanggapan to “[DRABBLE] Last Dream”

  1. olive 20 April 2011 pada 14:06 #

    ya ampun .
    kasian bnget yoona .
    changmin juga😦

    • ky93fany 20 April 2011 pada 14:06 #

      heheh, iya, ngertikan baca ff ini?
      takutnya enggak ^^

  2. you-youn 20 April 2011 pada 14:06 #

    hiks..hiks..jdi terharu deh onnie bca nie ff!!
    tpi, nie ff hebat, bikin qu jdi ngis bcanya..

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      hehe, aku pun smpe membasahi keyboard nih buatnya —
      kekek, kamsahamnida onnie😀

      • you-youn 21 April 2011 pada 14:06 #

        cheonmaneyo🙂

  3. Minnie 21 April 2011 pada 14:06 #

    Sedih bacany,kasian yoona meninggal….oh ya slm knl semuanya….

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      huhuhu, iya😦
      iya salam kenal ^^
      happy ya baca diblog ku yang ngaco ini🙂

  4. thejoice 21 April 2011 pada 14:06 #

    yah mati😦
    mreka psti bisa brsama! di kehidupan selanjutnya~~
    jd inget angst gw –a haha

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      wkwkkw..
      iya mereka pasti bisa bersama di dunia mereka sebenarnya😀

  5. sari 21 April 2011 pada 14:06 #

    yah yoona y knp pergi gt cepet😦
    mengharukan author
    meski mereka d pisahkan oleh maut tp cinta mereka tidak bisa d pisahakan oleh apapun ( lebay mode on)

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      hhehe, kan sakit, trus dia sempet mimpi kaya gitu😀
      iya, huhuh
      wkkw, emg nih reader lebay wkk

  6. taeng-onnielover 21 April 2011 pada 14:06 #

    sdihnya .. hikss.. hikss..
    ksiian changminn , ditinggal prgi ma yoona..

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      hiks hiks,
      author sebenernya mau gantiin yoona, tapi hiks, gak sanggup ^^

  7. beautysone 21 April 2011 pada 14:06 #

    hai, aku mampir nih😀
    waah, ceritanya so sweet deh >< Changmin oppa selalu setia sama Yoona u,u bagus banget ceritanya😀 aku suka yg sweet-sweet gini😉

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      annyeong😀 wah gomawo udah mampir,
      nanti aku main ke blog kamu lagi ya hehehe
      iya so sweet sedih hikss
      kamsahamnida🙂
      aku juga suka yg so sweet kekek ^^

  8. wellypombob 21 April 2011 pada 14:06 #

    yah sedih bnget😦
    Yoonanya pergi cepet yah😦
    pasti cinta mereka abadi🙂
    hwaiting🙂

    • ky93fany 21 April 2011 pada 14:06 #

      hiks sedih kan?
      huuaaaa, pasti dong !
      author selalu mendukung mereka🙂

  9. yuri 22 April 2011 pada 14:06 #

    Sedih bgt hha..

    • ky93fany 22 April 2011 pada 14:06 #

      nde😦
      kamsahamnida udah comment + baca ^^

  10. Global News 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    aku juga suka yg so sweet kekek ^^

  11. Wanspeak 11 Mei 2011 pada 14:06 #

    Annyeong,
    ceritanya begitu mengharukan tapi aku nggak terima kalau Yoona harus meninggal.

  12. Jung Jesicca AddictSnowers 25 Agustus 2011 pada 14:06 #

    Yoona cocok banget sma changmin😀 aku suka couplenya

  13. ngakakyeahdonghae 10 September 2011 pada 14:06 #

    aswek, nih ff sedih bgt._.

  14. penggemar suju 22 September 2011 pada 14:06 #

    huweeeeeeeeeeeeee komputerku rusak lagi!kena air mata[kayak waktu itu!aku nulis comment ini seudah dibenerin]dah 6 hari ku gag liat page ini……………….hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: