It’s Love Part 6

7 Mei

Mianhae readers-ah. author lama gak buat ff, padahal ini ff udah dibuat kemaren2, cuma lupa post hehehe..

sekali lagi mianhae reader 😦 hehee

“Kha !”Sulli mengusir Cheondung keluar dari kamar perawatan Sulli. Cheondung keluar. Tanpa melihat Cheondung sama sekali, Sulli menyuruh Cheondung keluar.

Cheondung keluar dari kamar Sulli dengan berat hati. Cheondung mencoba melangkahkan kakinya untuk ke tempat yang benar-benar tidak ada orang lain berada.

Melintas difikiran Cheondung, ‘Atap Rumah Sakit’ . Setelah ide itu melintas, Cheondung segera pergi keatap rumah sakit itu.

“Sakit Sulli-ah, benar-benar sakit rasanya. Arra? Setelah kau bilang ‘Kembali lah bersama Jiyeon’ , itu cukup sakit. Kau tahu? Memang itu yang aku inginkan, tapi bagaimana bisa aku melawan Appa-ku yang keras kepala?

Aku benar-benar tidak ingin mengambil resiko itu. Kupikir pilihan Appa pasti tepat, tapi apa? Ku rasa Appa belum mengerti tentang diriku. Andai saja aku cepat bilang kalau aku mencintai Jiyeon dan ingin bersamanya seumur hidupku.

Apa bisa? Anni, ku fikir itu tidak mungkin karena sudah tak sanggup bagiku untuk mengungkapkan itu semua. Tapi bagaimana kau bisa dengan lantang membatalkan pernikahan itu?

Tidak kah kau berfikir untuk.. aishh, lupakan Cheondung.” Seru Cheondung.

****

Sulli mengambil posisi tidur, lalu menarik selimutnya. Dan menangis.

“Tidak ada lagi kah yang menyayangiku? Bahkan Appa saja sudah tidak memikirkan perasaanku. Minho Oppa? Aishh, jangan fikirkan orang yang sudah menghianatiku. Hmm, apa yang kulakukan sudah keterlaluan tadi?

Tapi tadi ciuman itu aishh. Sudahlah…” Sulli terkejut lalu menghapus air matanya saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Cheondung masuk ke kamar Sulli, tanpa bicara apapun dan membuat suasana kamar itu menjadi hening.

“Sulli-ah.” Panggil Cheondung. Sulli tidak menanggapi Cheondung dan berpura-pura tidur.

“Sudah tidak usah berpura-pura tidur, kau pikir aku sebodoh itu untuk kau bohongi? Mianhae atas kelakuan ku yang tadi.” Sulli membalikkan bandannya lalu menatap Cheondung.

“Wae? Kau menyadari kesalahanmu?” Sulli terlihat masih marah.

“Menurutmu, kenapa aku diam saja saat akan dijodohkan?” Tanya Cheondung.

“Molla.” Jawab Sulli menatap wajah serius Cheondung. “Itu karena aku sudah tahu, itu pasti akan terjadi, apalagi aku anak laki-laki, pasti akan dijodohkan sebagai pewaris keluargaku.”

“Lalu kau menerima dengan begitu saja?” Tanya Sulli.

“Awalnya aku tidak ingin terjerumus dengan percintaan karena pasti aku harus dijodohkan. Tapi aku melihat Jiyeon sungguh tertarik.

Dia bukan seperti layaknya yeoja lain. Sungguh sangat menarik saat itu. Mengenalnya adalah hal terbaik untukku. Hal yang sungguh menarik. Menarik bukan untuk permainan.

Karena saat mengenalnya, dia tidak memandang statusku sebagai pewaris utama perusahaan yang sangat terkenal.

Dia selalu bisa menebak keadaanku, jika aku sedang..”

“Hentikan.” Pinta Sulli menundukkan kepalanya.

Tapi Cheondung tetap melanjutkan pembicaraannya. “Jika aku sedang..” , kali ini Cheondung tidak dapat berbicara apa-apa.

Sulli telah mengunci rapat bibir Cheondung dengan sebuah ciuman hangat. Cheondung membalas ciuman Sulli. Cheondung yang sedari tadi duduk di tempat tidur Sulli.

Tangan kirinya memegang pipi Sulli, kemudian tangan kirinya itu memegang leher Sulli. Sulli yang sedari tadi menggenggam baju yang dipakai Cheondung.

Cheondung melepaskan ciuman itu lalu memeluk Sulli dan menitikkan air matanya. “Jangan berkata kau ingin membatalkan perjodohan ini lagi. Itu akan membuat Appa-ku kecewa padaku.”

“Nanti dia akan membawaku ke Inggris, dimana aku tidak dapat memeluk kau seperti ini lagi.” Cheondung semakin erat memeluk Sulli.

“Cheondung-ah.” Sulli menangis lalu kembali memeluk Cheondung.

“Tapi itu tidak bisa kulakukan.” Sulli melepaskan pelukan Cheondung tiba-tiba.

“Wae?” Cheondung menatap Sulli dengan mata lembab.

“Karena, aku tidak mencintaimu.” Sulli kembali menatap Cheondung.

“Bukankah cinta itu tumbuh saat kita akan bersama?” Cheondung memastikan jawaban Sulli.

“Karena, karena aku tidak ingin menyakiti orang yang aku sayangi jika menikah denganmu.” Sulli menundukkan kepalanya.

“Mwo? Nugu?” Tanya Cheondung bertanya-tanya.

“Ah, anni.” Sulli terlihat gugup. Cheondung menggoyangkan tubuh Sulli.

“Nugu? Siapa yang membuat kau menjadi Choi Sulli yang penakut?” Cheondung memaksa Sulli untuk jujur.

“Ahh, Jiyeon.” Sulli terpaksa menjawab.

Cheondung tampak marah. “Cheondung-ah, mianhae. Tapi jika Jiyeon tahu kalau aku memberi tahumu, Krystal yang akan menderita.” Sulli menangis, Cheondung pun membawa Sulli ke depan dadanya lalu mengelus lembut rambut Sulli.

“Tenanglah, tidak mungkin Jiyeon akan berbuat seperti itu.” Cheondung menenangkan Sulli.

“MWO? APA KAU SEDANG MEMBELANYA? TIDAK MUNGKIN KAU BILANG? CIHH, KAU BELUM MELIHAT SENDIRI CHEONDUNG !” Sulli mengalihkan padangannya.

“YA, Choi Sulli, sejauh mana kau tahu tentang Jiyeon?” Tanya Cheondung menatap Sulli dengan tatapan marah.

“Lihatkan? Kau sedang membelanya, aku melihat sendiri Cheondung ! Benarkan? Sampai hal ini saja kau tidak mempercayaiku.” Sulli menatap Cheondung.

“Aku bosan, bosan disini dengan melihat orang-orang yang tidak mempercayaiku lagi. Aku tidak akan menikah denganmu Cheondung, sampai saatnya tiba kau akan tahu sendiri.” Sulli mengancam Cheondung.

“Choi Sulli, aku sungguh bosan bertengkar dengan mu. Lebih baik kau pulang ke rumahmu saja. Aku antar.” Ujara Cheondung memegang tangan Sulli.

“Anni, aku tidak mau pulang. Aku tidak akan pulang sebelum kau membatalkan pernikahan ini.” Sulli tetap memaksa Cheondung untuk mengeluarkan kata-kata yang Cheondung tidak dapat katakana pada Appa-nya.

Cheondung melepaskan tangan Sulli. “Sulli-ah, begini saja. Kita menikah atas permintaan orang tua kita, lalu jika saatnya nanti aku sudah menjadi pewaris perusahaan Appa sepenuhnya, kita bercerai. Dengan itu, aku sudah dapat kepercayaan Appa dan membuatnya bahagia. Otthe?”

Sulli terlihat berfikir. “Akan ku pertimbangkan.”

“Kajja.” Ajak Cheondung.

“Mau kemana?” Bingung Sulli. “Pulang kerumahmu.” Jawab Cheondung.

Sulli mengikuti Cheondung, di sepanjang jalan Sulli terus memikirkan bagaimana dia akan melanjutkan semua ini.

Bagaimana dia bisa bicara pada Jiyeon? Jika Sulli tetap memutuskan untuk membatalkan pernikahannya, berarti dia harus melihat Cheondung pergi begitu saja kan?

“Cheondung-ah.” Panggil Sulli. “Hmm?” Cheondung berkonsentrasi mengemudi.

“Kau berjanji kan saat nanti waktunya sudah tiba, kita akan bercerai?” Tanya Sulli.

Cheondung menjawab dengan berat hati. “Iya, percayalah padaku.”

“Cheondung-ah, bagaimana nanti jika aku mencintaimu? Bagimana jika aku tidak dapat melepaskanmu? Bagaimana jika nanti kau kembali bersama Jiyeon? Cheondung-ah, kau tidak tahu ya? Aku sudah mencintaimu sekarang.

Tapi bukan cinta yang membuatku seperti ini, aku selalu memikirkan sahabat baikku, Krystal, aku tidak dapat mengorbankan dia demi kebahagiaanku sendiri. Sesange, eotthoke?” Batin Sulli.

“Sakit Sulli. Rasanya benar sakit saat kau bertanya seperti itu. Aku ingin terus bersamamu. Ingin selalu bersama, tapi entah kenapa, hal yang ku buat selalu ingin berlawanan dengan keinginanku.

Kau tahu? Butuh waktu untukku melupakan Jiyeon, memang saat ini masih Jiyeon yang tertera di hatiku, tapi itu tidak dapat mengubah semuanya. Aku tidak ingin membuat Appa sedih. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Hanya takdir yang dapat mengubah semuanya.” Batin Cheondung.

***TBC***

22 Tanggapan to “It’s Love Part 6”

  1. sari 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    wah….
    cerita ya keren author
    jd mkin penasaran aj nich?
    d tunggu lanjutannya author!
    hwaitting

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      nde, dituunggu ya 🙂
      kamsahamnida ^^

  2. elagienn 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    keren author,,,lanjuuuutttt!!!!!!

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      nde, kamsahamnida ^^
      ditunggu lanjutannya ya 🙂

  3. kko 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    wah, keren..
    lanjut chingu
    cepat ya

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      gomawo ^^
      oke ditunggu ya lanjutannya 🙂

  4. you-youn 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    wah ayo saeng lanjutin terus,
    udah makin seru n’ nggak keduga nih jlan ceritanya… 🙂

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      nde onnie 🙂
      wah gak ketebak ya?
      ini yg aku inginkan kekeke *evil laugh

  5. choi park 7 Mei 2011 pada 14:06 #

    lanjutkan !!
    makin keren

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      wah kamsahamnida 🙂
      nde, di tunggu ya lanjutannya ^^

  6. syalalabla 8 Mei 2011 pada 14:06 #

    lanjuttt!

  7. taeng-onnielover 8 Mei 2011 pada 14:06 #

    kerenn .. jngan lama2 ya author ng-lnjtin n ng-post ff.ny.. hhe

    • ky93fany 9 Mei 2011 pada 14:06 #

      gomawo 🙂
      nde, author gak ngaret lagi deh kekeke

  8. olive 10 Mei 2011 pada 14:06 #

    argh sulli .
    samacheondung aje .
    ini semua gra’ jiyeon .
    wkwk .
    update ~

    • ky93fany 15 Mei 2011 pada 14:06 #

      wkwkwk, ye kalo gitu lgsg bahagia dong namanya? hwhwh

  9. Wanspeak 12 Mei 2011 pada 14:06 #

    Bagus, kreatif, saya tunggu kelanjutannya.
    Btw kunjungi blog cerpen saya di http://wanspeak.wordpress.com/2011/05/12/aku-yoona-dan-mr-taxi/

    • ky93fany 15 Mei 2011 pada 14:06 #

      gomawo 🙂
      nde, saya pasti berkunjungg

  10. angelssica 28 Mei 2011 pada 14:06 #

    Wah ceritanya kren nie author
    Bkin penasaran..
    Ditunggu lanjutannya ya…

  11. penggemar suju 20 September 2011 pada 14:06 #

    kok yang ke smbilan gaada seh?

  12. Alya Shafira Lamato 6 Januari 2012 pada 14:06 #

    Eonni… bagian 8nya segera ya..:D

  13. chintia 25 Februari 2012 pada 14:06 #

    keren2 ,,,bgus,,ktunggu part berikutnya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: